Hukum Konstruksi

Berita Acara Serah Terima Pekerjaan II di tahan pemilik proyek

BAST II Ditahan, Wanprestasi atau Hak Pemilik Proyek?

Permasalahan krusial dalam bisnis konstruksi seringkali berakar pada interpretasi yang keliru terhadap penyelesaian pekerjaan. Tidak sedikit kontraktor yang mengerjakan turn key project menganggap ketika pekerjaan fisik mencapai 100%, maka kewajiban kontraktual telah selesai. Pandangan tersebut nyatanya tidak dibenarkan saat berhadapan dengan realitas hukum. Dalam kasus yang di ulas pada artikel ini, kontraktor mengklaim telah menyelesaikan […]

BAST II Ditahan, Wanprestasi atau Hak Pemilik Proyek? Read More »

Kontraktor Nakal digugat Perbuatan Melawan Hukum

Menjerat Kontraktor Nakal Dengan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum

Sebuah tanda tangan di atas kontrak bernilai miliaran rupiah acapkali menjadi momen perayaan bagi korporasi. Namun, dalam senyapnya ruang direksi, tanda tangan tersebut juga juga mengandung awal dari sebuah risiko yang luar biasa dan harus dikelola. Tidak sedikit dari kita yang berasumsi bahwa risiko terbesar dari sebuah proyek konstruksi yang gagal hanyalah peristiwa wanprestasi atau

Menjerat Kontraktor Nakal Dengan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Read More »

Proyek Selesai Subkontraktor Tidak dibayar

Pemilik Proyek Ikut Tanggung Jawab Jika Subkontraktor Tidak Dibayar

Dalam bisnis konstruksi dengan segala kompleksitas dan dinamika multi-pihaknya, sering kali menyisakan cerita pilu bagi stakeholder yang berada di lapisan bawah rantai kontrak, terutama terhadap para subkontraktor. Ironi yang terlalu sering terjadi adalah, pekerjaan sudah selesai, bangunan sudah ditempati, tapi pembayarannya justru mangkrak. Subkontraktor sering kali terjebak dalam relasi kontraktual yang timpang, alih-alih memberikan fleksibilitas

Pemilik Proyek Ikut Tanggung Jawab Jika Subkontraktor Tidak Dibayar Read More »

Owner Proyek Putus Kontrak Sepihak

Owner Putus Kontrak Sepihak Dihukum Ganti Rugi Puluhan Miliar

Tulisan kali ini mengangkat pemasalahan hukum dalam industri konstruksi, khususnya terkait proyek bernilai miliaran rupiah yang berhenti bukan karena kelalaian kontraktor, melainkan karena ketiadaan stock material dengan spesifikasi tertentu, akibat produsen tidak melanjutkan produksi karena material tersebut tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Terhadap kondisi tersebut, Kontraktor akhirnya mengajukan usulan negosiasi teknis, termasuk penggantian material

Owner Putus Kontrak Sepihak Dihukum Ganti Rugi Puluhan Miliar Read More »

Kontraktor Wanprestasi Somasi Dulu Jangan Asal Gugat

Kontraktor Wanprestasi? Hati Hati, Jangan Langsung Gugat!

Ketika proyek konstruksi berjalan tidak sesuai harapan, banyak pemilik proyek yang langsung menggugat kontraktor dengan dalih ingkar janji atau wanprestasi. Sayangnya, langkah tergesa-gesa sering kali menjadi bumerang dalam praktiknya. Fakta tersebut dapat dipelajari dari beberapa kasus termasuk dalam Putusan Nomor 1614 K/Pdt/2013, dalam putusan tersebut Mahkamah Agung menegaskan bahwa kontraktor yang terlambat atau gagal menyelesaikan

Kontraktor Wanprestasi? Hati Hati, Jangan Langsung Gugat! Read More »

Kesalahan Fatal Gugatan Forfeiture

Kesalahan Fatal Gugatan Forfeiture Merugikan Owner

Dalam bisnis konstruksi, sengketa antara pemilik proyek (owner) dengan kontraktor adalah hal yang umum terjadi. Salah satu langkah ekstrem yang bisa diambil oleh owner ketika menghadapi kontraktor yang wanprestasi adalah Forfeiture, yaitu pengambilalihan pekerjaan yang belum selesai dan menyerahkannya kepada pihak ketiga dengan membebankan seluruh biaya kepada kontraktor, hal tersebut dapat dikakukan jika dalam kontrak

Kesalahan Fatal Gugatan Forfeiture Merugikan Owner Read More »

Menolak Klaim Pekerjaan Perbuatan Melawan Hukum

Menolak Klaim Pekerjaan Yang Sudah di Nikmati, Perbuatan Melawan Hukum

Sebuah proyek konstruksi selesai dibangun, masyarakat telah menikmati manfaatnya, tetapi ketika kontraktor menagih pembayaran, pihak yang memberikan pekerjaan justru menolak membayar. Ini bukan sekadar cerita fiktif, tetapi realitas yang dialami CV. Jeri Prima selaku kontraktor dalam kasus Pembuatan Parit Pas Batu dan Jalan Tari Jepen di Bontang. Pada tahun 2007, CV. Jeri Prima ditunjuk sebagai

Menolak Klaim Pekerjaan Yang Sudah di Nikmati, Perbuatan Melawan Hukum Read More »

Kesulitan Material Bukan Overmacht

Kesulitan Material Proyek Bukan Overmacht atau Force Majeure

Salah Perencanaan Berakhir Sengketa Dalam proyek konstruksi, keterlambatan sering kali menjadi pemicu utama perselisihan antara kontraktor dan pemilik proyek. Salah satu alasan yang sering diajukan kontraktor untuk membela diri adalah klaim force majeure atau overmacht, yang pada dasarnya berarti adanya kondisi di luar kendali yang menyebabkan kontraktor tidak dapat memenuhi kewajibannya. Meski demikian, apakah semua

Kesulitan Material Proyek Bukan Overmacht atau Force Majeure Read More »

Retensi Harus di Bayar

Retensi Wajib Dibayar Setelah Pekerjaan Diserahkan

Dalam bisnis konstruksi, ada satu praktik yang sering kali merugikan kontraktor, yakni penahanan pembayaran retensi tanpa alasan yang sah. Banyak pemilik proyek dengan mudahnya menunda atau bahkan menolak membayar retensi dengan dalih yang mengada – ada, misalnya dengan meminta pemeriksaan tambahan atau pekerjaan baru yang tidak pernah disepakati sebelumnya dalam kontrak. Padahal menurut hukum, retensi

Retensi Wajib Dibayar Setelah Pekerjaan Diserahkan Read More »

Kontrak Lumpsum Bikin Kontraktor Bangkrut

Hati Hati ! Kontrak Lumpsum Bisa Bikin Kontraktor Bangkrut

Dalam bisnis konstruksi, kontrak lumpsum sering dipilih karena dianggap memberikan kepastian bagi para pihak, khususnya Pengguna Jasa Konstruksi (Owner/Pemilik proyek). Sistem ini menjanjikan transparansi anggaran serta membuat pemilik proyek terhindar dari risiko eskalasi biaya. Namun, di balik keuntungan tersebut, kontrak lumpsum menyimpan risiko besar bagi Penyedia Jasa Konstruksi (kontraktor), Terutama ketika terjadi eskalasi harga material

Hati Hati ! Kontrak Lumpsum Bisa Bikin Kontraktor Bangkrut Read More »